IGD (0380) 8460111
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RSUP BEN MBOI KUPANG

DIABETES MELITUS TIPE 2

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak kuat. Kondisi ini mempengaruhi cara tubuh menggunakan gula (glukosa) sebagai sumber energi. Diabetes melitus tipe 2 merupakan bentuk diabetes yang paling umum dan biasanya terjadi pada orang dewasa, meskipun dapat juga terjadi pada anak-anak dan remaja.

Penyebab

  1. Faktor genetik dan riwayat keluarga: Riwayat keluarga dengan diabetes melitus tipe 2 meningkatkan risiko seseorang mengembangkan kondisi ini.
  2. Obesitas: Kelebihan berat badan atau obesitas adalah faktor risiko utama dalam pengembangan diabetes melitus tipe 2. Lemak tubuh yang berlebih dapat mengganggu kerja insulin dalam tubuh.
  3. Gaya hidup tidak sehat: Pola makan yang tidak sehat, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan diabetes melitus tipe 2.
  4. Usia dan faktor hormonal: Risiko diabetes melitus tipe 2 meningkat seiring bertambahnya usia. Wanita dengan riwayat sindrom ovarium polikistik juga memiliki risiko yang lebih tinggi.

Gejala

  1. Poliuria: Produksi urin yang berlebihan dan sering buang air kecil.
  2. Polidipsia: Rasa haus yang berlebihan dan sering minum air.
  3. Polifagi: Nafsu makan yang meningkat dan sering merasa lapar.
  4. Penurunan berat badan yang tidak dijelaskan.
  5. Kelelahan dan kelemahan yang berlebihan.
  6. Luka yang sulit sembuh dan infeksi yang sering.
  7. Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur.
  8. Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.

Diagnosis 

Diagnosis diabetes melitus tipe 2 dilakukan dengan menggunakan tes darah untuk memeriksa kadar gula darah. Beberapa tes yang umum digunakan meliputi:

  1. Tes gula darah puasa: Mengukur kadar gula darah setelah berpuasa selama minimal 8 jam.
  2. Tes toleransi glukosa oral: Mengukur kadar gula darah dua jam setelah meminum larutan glukosa.
  3. Tes HbA1c: Mengukur kadar gula darah rata-rata dalam jangka waktu tiga bulan terakhir.

Pengobatan

Pengobatan diabetes melitus tipe 2 bertujuan untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Beberapa pendekatan pengobatan yang umum meliputi:

  1. Perubahan gaya hidup: Diet sehat, aktivitas fisik teratur, dan pengelolaan berat badan yang sehat.
  2. Obat-obatan oral: Dalam beberapa kasus, obat-obatan oral seperti metformin, sulfonilurea, atau inhibitor DPP-4 dapat diresepkan untuk membantu mengontrol kadar gula darah.
  3. Terapi insulin: Jika kontrol gula darah tidak mencukupi dengan obat-obatan oral, dokter dapat meresepkan terapi insulin untuk mengontrol kadar gula darah.

Pencegahan

Beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mencegah diabetes melitus tipe 2 antara lain:

  1. Menerapkan pola makan sehat yang rendah gula dan lemak jenuh, serta tinggi serat dan sayuran.
  2. Melakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti berjalan kaki, berlari, atau berenang.
  3. Menjaga berat badan yang sehat dan menghindari obesitas.
  4. Menghindari kebiasaan merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
  5. Rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dan memantau kadar gula darah untuk mendeteksi dini risiko diabetes melitus tipe 2.

Komplikasi

Diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

  1. Kerusakan saraf (neuropati): Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada saraf tubuh, terutama pada kaki dan tangan.
  2. Kerusakan ginjal (nefropati): Diabetes dapat merusak pembuluh darah di ginjal, menyebabkan kerusakan fungsi ginjal.
  3. Masalah mata: Diabetes dapat menyebabkan retinopati diabetik, glaukoma, katarak, dan masalah penglihatan lainnya.
  4. Masalah kardiovaskular: Diabetes melitus tipe 2 meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer.
  5. Luka yang sulit sembuh dan infeksi: Diabetes melitus tipe 2 dapat menyebabkan perlambatan proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.

Referensi:

  1. American Diabetes Association. Diakses pada 2022. Type 2 Diabetes.
  2. Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Type 2 Diabetes.
  3. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1861/diabetes-mellitus-tipe-2#:~:text=Diabetes%20mellitus%20adalah%20kondisi%20kronis,dapat%20menggunakan%20insulin%20secara%20efektif.